Manfaat Header Tag dalam SEO

Attribut lain yang seharusnya juga di sertakan dalam web design adalah header tag. Header tag ini sedikit berbeda dari head tag yang pernah di bahas sebelumnya. Header tag adalah attribut yang berfungsi untuk menyusun level-level heading dan subheading pada website. Heading sebenarnya terbagi dalam 6 tingkatan, tapi orang umumnya hanya menggunakan sampai 4 tingkatan.

Manfaat header tag dalam SEO masih menjadi perdebatan yang sengit. Sebagian orang merasa bahwa header tag tidak memberikan pengaruh apapun terhadap rangking di search engine. Sementara yang lain merasa bahwa header tag sangat di perlukan jika Anda berencana untuk memberi penekanan pada tertentu di dalam heading dan subheading.

Pendapat yang paling benar mungkin berada di antara ke duanya. Jika di lihat dari sisi aturan design, maka header tag harus di sertakan dalam website. Header mengindikasikan pada user mengenai topik yang ada di halaman, dan segmen-segmen apa yang terdapat di dalamnya. Header juga memberikan petunjuk pada pembaca mengenai apa yang akan mereka dapat dari content.

Sebagai contoh, jika Anda mempunyai website berisi artikel yang menguraikan tentang alasan mengapa pembaca seharusnya mempunyai sumber penghasilan tambahan, maka judul artikel tersebut akan menjadi header level pertama. Lalu level kedua menjadi subheading dari heading level pertama. Dan level ketiga menjadi subheading dari subheading level kedua, dan seterusnya.

Heading pada sebuah halaman web, berfungsi sama dengan heading yang ada di halaman buku. Yaitu, untuk menunjukkan informasi penting, dan membuat user bisa menyortir halaman dengan cepat untuk menemukan informasi yang mereka cari. Di internet, hal ini sangat penting, karena pengunjung website tidak selalu membaca semua text yang ada di sebuah halaman web.

Yang lebih penting lagi, header tag memberikan Anda peluang untuk menyisipkan keyword dalam konteks yang bisa di terima. Terutama karena crawler search engine akan mempertimbangkan text yang berada di dalam header tag tersebut untuk mengukur tingkat relevansinya dengan body text di sekitarnya.

Sekali lagi, jika dilihat menurut tingkatan heading, maka level pertama seharusnya mengandung keyword yang utama, dengan asumsi bahwa keyword tersebut bisa di gunakan secara natural. Sangat penting untuk membuat perbedaan ini, jika keyword tersebut bisa bekerja di dalam heading. Tapi jika tidak bisa, maka lebih baik hindari.

Tidak masalah untuk menyertakan heading yang sama sekali tidak mengandung keyword. Karena tujuan utama header adalah memudahkan content tersebut untuk di baca. Jika Anda bisa menggunakan keyword utama di level pertama dari heading, maka seharusnya level-level heading di bawahnya juga menyertakan keyword yang tingkatannya semakin menurun.

Jangan salah dengan berasumsi bahwa karena heading level pertama mengandung keyword yang paling penting, maka Anda harus menggunakannya di semua bagian dari halaman web. Bukan begitu itu caranya. Para pakar SEO dan web design mengatakan bahwa heading level pertama tidak boleh di gunakan lebih dari satu kali.

Sebab, hal itu dapat mengakibatkan search engine mengira bahwa Anda telah melakukan spamming, yang akan berakibat rangking Anda menurun, atau bahkan website Anda di singkirkan dari hasil pencarian search engine.

Selain itu, jangan berasumsi bahwa karena heading level pertama itu penting, berarti Anda harus membuatnya menjadi sangat panjang dan bertele-tele. Sebagai aturan dasar, apapun levelnya, pertahankan panjang heading tersebut tidak lebih dari 5 sampai 10 kata.

Anda juga tidak ingin membuatnya menjadi terlalu singkat, karena jadi tidak efektif saat di sortir oleh pembaca. Begitu juga jika terlalu panjang. Seperti hal lain dalam SEO, hanya gunakan jumlah kata yang di perlukan untuk membuat pesan Anda bisa di mengerti, jangan pernah lebih dari itu.

Format dari heading tag mirip dengan tag-tag lain yang pernah di bahas sebelumnya, yaitu:

<H1>Header 1</H1>
<H2>Header 2</H2>
<H3>Header 3</H3>
<H4>Header 4</H4>
<H5>Header 5</H5>
<H6>Header 6</H6>

Header tag seharusnya di sisipkan sebelum body-text tag. Dan text dari header akan berada di antara tag pembuka dan penutup. Ukuran dari tag ini biasanya akan berubah secara otomatis, meski Anda bisa mengubahnya secara manual menggunakan cascading style sheets (CSS). Cascading style sheets adalah bahasa pemrograman yang mengijinkan Anda untuk membuat halaman web menggunakan sytle tertentu.

Sebagai contoh, pada beberapa program web editor, Anda dapat membuat website menggunakan theme yang sudah ada. Theme ini biasanya menyertakan semua informasi CSS yang diperlukan untuk memastikan bahwa design dari website tersebut akan konsisten di setiap halaman. Anda juga dapat menggunakan CSS ini untuk mengubah ukuran header sesuai keinginan.

Tapi sayang, sebagian praktisi SEO menggunakan CSS ini untuk memalsukan penyisipan header tag ke dalam website, sehingga heading tersebut tidak benar-benar berubah ukuran text nya. Akan tetapi, jika menggunakan metode ini untuk membodohi search engine agar melihat jumlah heading lebih banyak dari yang sebenarnya, maka ini dapat menjadi bumerang, yang akan berakibat buruk terhadap rangking.

Popularity: 26% [?]

Leave a Comment

Previous post: