Link atau anchor text adalah text yang akan muncul sebagai hyperlink, dan mungkin adalah salah elemen yang sangat penting dalam hal penggunaan keyword. Anda pasti sudah sering melihat anchor text ini sebelumnya. Bahkan, anchor text telah menjadi unsur utama dari halaman web, yang seringkali di gunakan tanpa tahu efeknya terhadap rangking.
Anchor text sudah pernah di bahas sebelumnya, tapi mengetahui cara penggunaannya adalah hal yang vital, karena elemen ini sangat berpengaruh terhadap rangking. Saat search engine melihat halaman web Anda, maka secara otomatis search engine akan menelusuri semua link yang ada di halaman web tersebut.
Jika link tersebut (atau sebagian besar) berbasis text, maka itu akan lebih baik, sebab search engine bukan cuma akan menelusurinya, tapi juga melihat keyword yang ada di dalamnya. Akan tetapi, membuat semua link berbasis text saja tidak cukup, butuh seni tersendiri untuk mengambil semua manfaat dari anchor text.
Hal pertama yang harus Anda mengerti adalah bahwa anchor text itu terbagi dalam dua jenis, yaitu milik Anda dan milik orang lain. Ini serius, bukan lelucon. Sangat penting bagi Anda untuk memahami bagaimana cara melink ke website orang lain. Tapi bukan cuma itu, Anda juga harus memahami cara mereka melink balik pada Anda.
Sebagai contoh, jika Anda melakuan search di Google untuk kata ‘‘click,’’ Anda akan melihat bahwa website Adobe hampir berada di possisi teratas dari hasil pencarian tersebut. Ini bukan di sebabkan karena website Adobe banyak menyertakan keyword “click.”
Apa yang sebenarnya terjadi adalah karena banyak orang yang melink Adobe PDF reader dengan menggunakan kata ‘‘click’’ dalam anchor text nya. Ini bisa di mengerti karena website yang menawarkan file PDF yang bisa di download biasanya menyertakan link yang bertuliskan ‘‘Click here to download’ atau yang sejenis.
Seperti yang Anda lihat, bukan cuma anchor text Anda yang berpengaruh, tapi juga bagaimana website Anda akan di sertakan dalam anchor text dari website lain. Kita akan membahas soal bagaimana orang lain akan melink Anda ini nanti. Untuk saat ini, pikirkan bagaimana cara Anda menggunakan anchor text di dalam website.
Seperti yang sudah kita ketahui, anchor text adalah text yang saling berhubungan pada wabsite Anda. Text ini bisa di hubungkan ke website Anda sendiri maupun ke website lain yang contentnya relevan dengan content website Anda. Itulah yang menjadi sebab utama mengapa anchor text begitu powerful, yaitu tingkat relevansi dari link dan kata yang digunakan untuk membuat link.
Saat search engine menjelahi website Anda, Dia akan melihat beberapa faktor, antara lain:
- Topik dari website yang di indikasikan oleh kata-kata yang di gunakan dalam text.
- Link yang mengarah ke luar website.
- Link dari luar yang mengarah ke website Anda.
Tentu, bukan cuma faktor-faktor ini yang akan di amati, tapi faktor-faktor inilah yang paling berpengaruh terhadap rangking. Sebab, bagaimana elemen-elemen ini di handle akan menentukan seberapa user-friendly (dan autentik) website Anda.
Karena itulah, jika website Anda bertujuan untuk melayani para pebisnis, maka website Anda mungkin akan menyertakan artikel dan informasi tentang jenis bisnis, strategi bisnis, dan melink ke website di mana pengunjung akan bergabung dalam suatu bisnis.
Saat crawler mengamati website, Dia akan melihat apakah topik dari website Anda tersebut adalah tentang bisnis (yang akan di tentukan oleh keyword yang Anda gunakan di dalam text). Kemudian Dia akan menelusuri semua link yang ada di website.
Jika link-link berbasis text tersebut menyertakan keyword dan mengarah ke website yang relevan, maka crawler akan memberi skore yang tinggi. Hasilnya adalah Anda akan muncul lebih tinggi di SERP, dibanding jika Anda tidak menyertakan keyword yang relevan di dalam text dan link.
Akan tetapi, Anda harus berhati-hati saat membuat anchor text. Jika menggunakan kata-kata yang salah, maka mungkin Anda tidak akan pernah mendapatkan hasil yang di harapkan dari link tersebut. Salah satu kesalahan yang sering di lakukan oleh pemilik website adalah membuat halaman web dengan anchor text ‘‘klik di sini.’’
Kata tersebut bukan cuma terlalu sering di gunakan dan di abaikan oleh crawler, tapi juga tidak ada cara untuk menghubungkannya dengan content dari website. Saat crawler mengamati anchor text tersebut, Dia tidak melihat keyword yang relevan, meski jika link tersebut mengarah ke website yang relevan.
Anggaplah anchor text sebagai peluang untuk menunjukkan hubungan Anda dengan website yang relevan. Cara yang terbaik adalah menggunakan keyword sebanyak mungkin, yang di ambil dari daftar keyword yang telah Anda buat selama proses perencanaan.
Kembali ke contoh website bisnis di atas, jika Anda menggunakan sebuah anchor text menggunakan kata “jenis bisnis” dan melink ke website yang berhubungan dengan masing-masing jenis bisnis, maka search engine akan melihat keyword dan link yang mengarah ke website dari bisnis tertentu tersebut.
Karena itulah, atas usaha membuat sepotong kecil anchor text, Anda bukan cuma mempunyai alasan kuat untuk menggunakan keyword, tapi juga mempunyai link untuk mengarahkan ke website yang relevan. Jika Anda ingin menambahkan anchor text untuk Jenis Bisnis ke halaman web Anda, maka tambahkan sepotong kode HTML seperti contoh berikut ini, di setiap tempat di mana Anda ingin anchor text tersebut muncul:
<a href=”http://www.jenisbisnis.com”>Jenis Bisnis</a>
Satu lagi strategi untuk anchor text yang harus dipertimbangkan adalah memvariasikan anchor text. Saat Anda mengulangi anchor text yang sama berulangkali pada satu halaman web, maka anchor text tersebut akan mulai berkurang efektivitasnya. Bahkan bisa menyebabkan search engine memberi rangking yang rendah.
Akan lebih efektif jika menggunakan keyword yang bervariasi sebagai anchor text. Ini memberi Anda peluang untuk memvariasikan anchor text, sekaligus mempertahankan konsistensi dari keyword yang di gunakan.
Jenis lain dari anchor text adalah yang di gunakan oleh orang lain untuk melink balik website Anda. Anchor text ini seringkali tidak di anggap sebagai sebuah strategi SEO. Padahal ini adalah salah satu jenis optimalisasi yang paling efektif yang bisa Anda gunakan. Berikut ini contohnya:
Salah seorang pakar internet marketing memutuskan untuk melihat seberapa cepat dia bisa membuat website nya mendapat rangking yang tinggi di SERP. Dia menggunakan anchor text link pada halaman webnya, kemudian memohon link balik menggunakan keyword yang menjadi target, dan relevan dengan website nya. Hasilnya? Dalam beberapa hari, website nya telah berada di posisi 4 di Google SERP.
Ada dua hal yang harus di ingat dari contoh ini. Yang pertama adalah pemilik website meminta link balik. Link balik atau back link adalah link dari website lain yang mengarah ke halaman Anda, sebagai balasan atas link yang Anda berikan pada mereka. Link balik yang paling efektif adalah yang berasal dari website yang relevan dengan website Anda, tapi seringkali Anda harus mencarinya sendiri.
Selain itu, agar mendapat semua keutamaan yang ada pada link balik, Anda juga perlu memastikan website Anda akan di link dengan cara yang Anda inginkan. Dari pada mendapat link balik yang mengarah ke halaman utama dari website Anda, akan lebih efektif jika memberikan kode anchor text yang Anda inginkan pada website yang akan melink balik.
Hal kedua yang harus diperhatikan dari contoh di atas adalah, Anda harus memastikan bahwa link balik tersebut harus menyertakan keyword yang menjadi target, yaitu keyword yang paling efektif untuk website Anda. Keyword yang paling sering di gunakan dalam pencarian dan sangat relevan dengan website Anda, adalah keyword yang seharusnya Anda gunakan dalam anchor text.
Sebab, fungsi utama dari anchor text adalah untuk mengoptimalkan website agar di rangking tinggi oleh search engine, sehingga dapat memberikan trafik bagi website Anda. Tapi seberapa sering anchor text seharusnya di gunakan pada sebuah halaman web? Itu adalah salah satu angka ajaib, tidak ada orang yang benar-benar tahu secara pasti. Lain orang akan berkata lain.
Sebagian mengatakan tidak lebih dari 2 atau 3 kali, sedangkan yang lain berpendapat jangan kurang dari 10 sampai 12 kali. Sebagai aturan dasar, gunakan anchor text sebanyak yang Anda bisa. Jika Anda mempunyai link yang bisa di sertakan, jangan melewatkannya hanya karena Anda telah menggunakan anchor text beberapa kali di halaman. Tapi jangan sampai memenuhi content dengan anchor text hanya karena ingin mempunyai link.
Untuk menentukan mana anchor text yang essensial dan mana tidak, itu tergantung dari masing-masing orang. Akan tetapi, jika Anda menggunakan program penganalisa yang bagus, yang bisa melacak link pada halaman web Anda, seharusnya Anda bisa menentukan anchor text mana yang paling efektif dan bagaimana cara menggunakannya pada halaman yang mempengaruhi aliran trafik.
Anchor text adalah cara yang bagus untuk meningkatkan rangking. Tapi seperti yang sudah sering Anda dengar, halaman web seharusnya di buat dengan tujuan utama adalah untuk user. Satu hal lagi yang harus di ingat mengenai anchor text sebelum kita melanjutkan. Salah satu cara yang paling efektif untuk menggunakan anchor text adalah menempatkannya di dalam content dinamis.
Content dinamis adalah content yang selalu berubah. Seringkali, itu berarti blog. Anchor text sangat cocok untuk blog yang di update perhari atau perminggu. Ini adalah content yang fresh (yang mana juga akan memberi nilai plus untuk meningkatkan rangking di search engine) yang memberi Anda peluang untuk mengubah anchor text secara teratur.
Crawler search engine juga bisa bosan. Jika Anda bisa memberikan mereka content yang dinamis dan mengandung anchor text yang relevan, maka crawler akan membantu Anda.
Popularity: 92% [?]