<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bisnis Online</title>
	<atom:link href="http://palembangbisnis.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://palembangbisnis.com</link>
	<description>Panduan Bisnis Online</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Jun 2010 06:48:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Manfaat Header Tag dalam SEO</title>
		<link>http://palembangbisnis.com/2010/06/28/manfaat-header-tag-dalam-seo/</link>
		<comments>http://palembangbisnis.com/2010/06/28/manfaat-header-tag-dalam-seo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 06:48:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[header tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://palembangbisnis.com/?p=831</guid>
		<description><![CDATA[Attribut lain yang seharusnya juga di sertakan dalam web design adalah header  tag. Header tag ini sedikit berbeda dari head tag yang pernah di bahas  sebelumnya. Header tag adalah attribut yang berfungsi untuk menyusun level-level  heading dan subheading pada website. Heading sebenarnya terbagi dalam 6  tingkatan, tapi orang umumnya hanya menggunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Attribut lain yang seharusnya juga di sertakan dalam web design adalah header  tag. Header tag ini sedikit berbeda dari head tag yang pernah di bahas  sebelumnya. Header tag adalah attribut yang berfungsi untuk menyusun level-level  heading dan subheading pada website. Heading sebenarnya terbagi dalam 6  tingkatan, tapi orang umumnya hanya menggunakan sampai 4 tingkatan.</p>
<p>Manfaat header tag dalam SEO masih menjadi perdebatan yang sengit. Sebagian  orang merasa bahwa header tag tidak memberikan pengaruh apapun terhadap rangking  di search engine. Sementara yang lain merasa bahwa header tag sangat di perlukan  jika Anda berencana untuk memberi penekanan pada tertentu di dalam  heading dan subheading.</p>
<p>Pendapat yang paling benar mungkin berada di antara ke duanya. Jika di lihat  dari sisi aturan design, maka header tag harus di sertakan dalam website. Header  mengindikasikan pada user mengenai topik yang ada di halaman, dan segmen-segmen  apa yang terdapat di dalamnya. Header juga memberikan petunjuk pada pembaca  mengenai apa yang akan mereka dapat dari content.<span id="more-831"></span></p>
<p>Sebagai contoh, jika Anda mempunyai website berisi artikel yang menguraikan  tentang alasan mengapa pembaca seharusnya mempunyai sumber penghasilan tambahan,  maka judul artikel tersebut akan menjadi header level pertama. Lalu level kedua  menjadi subheading dari heading level pertama. Dan level ketiga menjadi  subheading dari subheading level kedua, dan seterusnya.</p>
<p>Heading pada sebuah halaman web, berfungsi sama dengan heading yang ada di  halaman buku. Yaitu, untuk menunjukkan informasi penting, dan membuat user bisa  menyortir halaman dengan cepat untuk menemukan informasi yang mereka cari. Di  internet, hal ini sangat penting, karena pengunjung website tidak selalu membaca  semua text yang ada di sebuah halaman web.</p>
<p>Yang lebih penting lagi, header tag memberikan Anda peluang untuk <a href="http://palembangbisnis.com/2010/06/28/menyisipkan-keyword-ke-dalam-alt-attribute/">menyisipkan  keyword</a> dalam konteks yang bisa di terima. Terutama karena crawler search engine  akan mempertimbangkan text yang berada di dalam header tag tersebut untuk  mengukur tingkat relevansinya dengan body text di sekitarnya.</p>
<p>Sekali lagi, jika dilihat menurut tingkatan heading, maka level pertama  seharusnya mengandung keyword yang utama, dengan asumsi bahwa keyword tersebut  bisa di gunakan secara natural. Sangat penting untuk membuat perbedaan ini, jika  keyword tersebut bisa bekerja di dalam heading. Tapi jika tidak bisa, maka lebih  baik hindari.</p>
<p>Tidak masalah untuk menyertakan heading yang sama sekali tidak mengandung  keyword. Karena tujuan utama header adalah memudahkan content tersebut untuk di  baca. Jika Anda bisa menggunakan keyword utama di level pertama dari heading,  maka seharusnya level-level heading di bawahnya juga menyertakan keyword yang  tingkatannya semakin menurun.</p>
<p>Jangan salah dengan berasumsi bahwa karena heading level pertama mengandung <a href="http://palembangbisnis.com/2010/06/22/memilih-keywords-yang-tepat/">keyword yang paling penting</a>, maka Anda harus menggunakannya di semua bagian dari  halaman web. Bukan begitu itu caranya. Para pakar SEO dan web design mengatakan  bahwa heading level pertama tidak boleh di gunakan lebih dari satu kali.</p>
<p>Sebab, hal itu dapat mengakibatkan search engine mengira bahwa Anda telah  melakukan spamming, yang akan berakibat rangking Anda menurun, atau bahkan  website Anda di singkirkan dari hasil pencarian search engine.</p>
<p>Selain itu, jangan berasumsi bahwa karena heading level pertama itu penting,  berarti Anda harus membuatnya menjadi sangat panjang dan bertele-tele. Sebagai  aturan dasar, apapun levelnya, pertahankan panjang heading tersebut tidak lebih  dari 5 sampai 10 kata.</p>
<p>Anda juga tidak ingin membuatnya menjadi terlalu singkat, karena jadi tidak  efektif saat di sortir oleh pembaca. Begitu juga jika terlalu panjang. Seperti  hal lain dalam SEO, hanya gunakan jumlah kata yang di perlukan untuk membuat  pesan Anda bisa di mengerti, jangan pernah lebih dari itu.</p>
<p>Format dari heading tag mirip dengan tag-tag lain yang pernah di bahas  sebelumnya, yaitu:</p>
<blockquote><p>&lt;H1&gt;Header 1&lt;/H1&gt;<br />
&lt;H2&gt;Header 2&lt;/H2&gt;<br />
&lt;H3&gt;Header 3&lt;/H3&gt;<br />
&lt;H4&gt;Header 4&lt;/H4&gt;<br />
&lt;H5&gt;Header 5&lt;/H5&gt;<br />
&lt;H6&gt;Header 6&lt;/H6&gt;</p></blockquote>
<p>Header tag seharusnya di sisipkan sebelum body-text tag. Dan text dari header  akan berada di antara tag pembuka dan penutup. Ukuran dari tag ini biasanya akan  berubah secara otomatis, meski Anda bisa mengubahnya secara manual menggunakan  cascading style sheets (CSS). Cascading style sheets adalah bahasa pemrograman  yang mengijinkan Anda untuk membuat halaman web menggunakan sytle tertentu.</p>
<p>Sebagai contoh, pada beberapa program web editor, Anda dapat membuat website  menggunakan theme yang sudah ada. Theme ini biasanya menyertakan semua informasi  CSS yang diperlukan untuk memastikan bahwa design dari website tersebut akan  konsisten di setiap halaman. Anda juga dapat menggunakan CSS ini untuk mengubah  ukuran header sesuai keinginan.</p>
<p>Tapi sayang, sebagian praktisi SEO menggunakan CSS ini untuk memalsukan  penyisipan header tag ke dalam website, sehingga heading tersebut tidak  benar-benar berubah ukuran text nya. Akan tetapi, jika menggunakan metode ini  untuk membodohi search engine agar melihat jumlah heading lebih banyak dari yang  sebenarnya, maka ini dapat menjadi bumerang, yang akan berakibat buruk terhadap  rangking.</p>
<img src="http://palembangbisnis.com/?ak_action=api_record_view&id=831&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://palembangbisnis.com/2010/06/28/manfaat-header-tag-dalam-seo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memanfaatkan Link atau Anchor Text untuk SEO</title>
		<link>http://palembangbisnis.com/2010/06/28/memanfaatkan-link-atau-anchor-text-untuk-seo/</link>
		<comments>http://palembangbisnis.com/2010/06/28/memanfaatkan-link-atau-anchor-text-untuk-seo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 03:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[Anchor Text]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://palembangbisnis.com/?p=820</guid>
		<description><![CDATA[Link atau anchor text adalah text yang akan muncul sebagai hyperlink, dan  mungkin adalah salah elemen yang sangat penting dalam hal penggunaan keyword.  Anda pasti sudah sering melihat anchor text ini sebelumnya. Bahkan, anchor text  telah menjadi unsur utama dari halaman web, yang seringkali di gunakan tanpa  tahu efeknya terhadap rangking.
Anchor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Link atau anchor text adalah text yang akan muncul sebagai hyperlink, dan  mungkin adalah salah elemen yang sangat penting dalam hal penggunaan keyword.  Anda pasti sudah sering melihat anchor text ini sebelumnya. Bahkan, anchor text  telah menjadi unsur utama dari halaman web, yang seringkali di gunakan tanpa  tahu efeknya terhadap rangking.</p>
<p>Anchor text sudah pernah di bahas sebelumnya, tapi mengetahui cara  penggunaannya adalah hal yang vital, karena elemen ini sangat berpengaruh  terhadap rangking. Saat search engine melihat halaman web Anda, maka secara  otomatis search engine akan menelusuri semua link yang ada di halaman web  tersebut.</p>
<p>Jika link tersebut (atau sebagian besar) berbasis text, maka itu akan lebih  baik, sebab search engine bukan cuma akan menelusurinya, tapi juga melihat  keyword yang ada di dalamnya. Akan tetapi, membuat semua link berbasis text saja  tidak cukup, butuh seni tersendiri untuk mengambil semua manfaat dari anchor  text.<span id="more-820"></span></p>
<p>Hal pertama yang harus Anda mengerti adalah bahwa anchor text itu terbagi  dalam dua jenis, yaitu milik Anda dan milik orang lain. Ini serius, bukan  lelucon. Sangat penting bagi Anda untuk memahami bagaimana cara melink ke  website orang lain. Tapi bukan cuma itu, Anda juga harus memahami cara mereka  melink balik pada Anda.</p>
<p>Sebagai contoh, jika Anda melakuan search di Google untuk kata ‘‘click,’’  Anda akan melihat bahwa website Adobe hampir berada di possisi teratas dari  hasil pencarian tersebut. Ini bukan di sebabkan karena website Adobe banyak  menyertakan keyword &#8220;click.&#8221;</p>
<p>Apa yang sebenarnya terjadi adalah karena banyak orang yang melink Adobe PDF  reader dengan menggunakan kata ‘‘click’’ dalam anchor text nya. Ini bisa di  mengerti karena website yang menawarkan file PDF yang bisa di download biasanya  menyertakan link yang bertuliskan ‘‘Click here to download’ atau yang sejenis.</p>
<p>Seperti yang Anda lihat, bukan cuma anchor text Anda yang berpengaruh, tapi  juga bagaimana website Anda akan di sertakan dalam anchor text dari website  lain. Kita akan membahas soal bagaimana orang lain akan melink Anda ini nanti.  Untuk saat ini, pikirkan bagaimana cara Anda menggunakan anchor text di dalam  website.</p>
<p>Seperti yang sudah kita ketahui, anchor text adalah text yang saling  berhubungan pada wabsite Anda. Text ini bisa di hubungkan ke website Anda  sendiri maupun ke website lain yang contentnya relevan dengan content website  Anda. Itulah yang menjadi sebab utama mengapa anchor text begitu powerful, yaitu  tingkat relevansi dari link dan kata yang digunakan untuk membuat link.</p>
<p>Saat search engine menjelahi website Anda, Dia akan melihat beberapa faktor,  antara lain:</p>
<ul>
<li>Topik dari website yang di indikasikan oleh kata-kata yang di gunakan  	dalam text.</li>
<li>Link yang mengarah ke luar website.</li>
<li>Link dari luar yang mengarah ke website Anda.</li>
</ul>
<p>Tentu, bukan cuma faktor-faktor ini yang akan di amati, tapi faktor-faktor  inilah yang paling berpengaruh terhadap rangking. Sebab, bagaimana elemen-elemen  ini di handle akan menentukan seberapa user-friendly (dan autentik) website Anda.</p>
<p>Karena itulah, jika website Anda bertujuan untuk melayani para pebisnis, maka  website Anda mungkin akan menyertakan artikel dan informasi tentang jenis bisnis,  strategi bisnis, dan melink ke website di mana pengunjung akan bergabung dalam  suatu bisnis.</p>
<p>Saat crawler mengamati website, Dia akan melihat apakah topik dari website  Anda tersebut adalah tentang bisnis (yang akan di tentukan oleh keyword yang  Anda gunakan di dalam text). Kemudian Dia akan menelusuri semua link yang ada di  website.</p>
<p>Jika link-link berbasis text tersebut menyertakan keyword dan mengarah ke  website yang relevan, maka crawler akan memberi skore yang tinggi. Hasilnya  adalah Anda akan muncul lebih tinggi di SERP, dibanding jika Anda tidak  menyertakan keyword yang relevan di dalam text dan link.</p>
<p>Akan tetapi, Anda harus berhati-hati saat membuat anchor text. Jika  menggunakan kata-kata yang salah, maka mungkin Anda tidak akan pernah  mendapatkan hasil yang di harapkan dari link tersebut. Salah satu kesalahan yang  sering di lakukan oleh pemilik website adalah membuat halaman web dengan anchor  text ‘‘klik di sini.’’</p>
<p>Kata tersebut bukan cuma terlalu sering di gunakan dan di abaikan oleh  crawler, tapi juga tidak ada cara untuk menghubungkannya dengan content dari  website. Saat crawler mengamati anchor text tersebut, Dia tidak melihat keyword  yang relevan, meski jika link tersebut mengarah ke website yang relevan.</p>
<p>Anggaplah anchor text sebagai peluang untuk menunjukkan hubungan Anda dengan  website yang relevan. Cara yang terbaik adalah menggunakan keyword sebanyak  mungkin, yang di ambil dari daftar keyword yang telah Anda buat selama proses  perencanaan.</p>
<p>Kembali ke contoh website bisnis di atas, jika Anda menggunakan sebuah anchor  text menggunakan kata &#8220;jenis bisnis&#8221; dan melink ke website yang berhubungan  dengan masing-masing jenis bisnis, maka search engine akan melihat keyword dan  link yang mengarah ke website dari bisnis tertentu tersebut.</p>
<p>Karena itulah, atas usaha membuat sepotong kecil anchor text, Anda bukan cuma  mempunyai alasan kuat untuk menggunakan keyword, tapi juga mempunyai link untuk  mengarahkan ke website yang relevan. Jika Anda ingin menambahkan anchor text  untuk Jenis Bisnis ke halaman web Anda, maka tambahkan sepotong kode HTML  seperti contoh berikut ini, di setiap tempat di mana Anda ingin anchor text  tersebut muncul:</p>
<blockquote><p>&lt;a href=&#8221;http://www.jenisbisnis.com&#8221;&gt;Jenis Bisnis&lt;/a&gt;</p></blockquote>
<p>Satu lagi strategi untuk anchor text yang harus dipertimbangkan adalah  memvariasikan anchor text. Saat Anda mengulangi anchor text yang sama  berulangkali pada satu halaman web, maka anchor text tersebut akan mulai  berkurang efektivitasnya. Bahkan bisa menyebabkan search engine memberi rangking  yang rendah.</p>
<p>Akan lebih efektif jika menggunakan keyword yang bervariasi sebagai anchor  text. Ini memberi Anda peluang untuk memvariasikan anchor text, sekaligus  mempertahankan konsistensi dari keyword yang di gunakan.</p>
<p>Jenis lain dari anchor text adalah yang di gunakan oleh orang lain untuk  melink balik website Anda. Anchor text ini seringkali tidak di anggap sebagai  sebuah strategi SEO. Padahal ini adalah salah satu jenis optimalisasi yang  paling efektif yang bisa Anda gunakan. Berikut ini contohnya:</p>
<p>Salah seorang pakar internet marketing memutuskan untuk melihat seberapa  cepat dia bisa membuat website nya mendapat rangking yang tinggi di SERP. Dia  menggunakan anchor text link pada halaman webnya, kemudian memohon link balik  menggunakan keyword yang menjadi target, dan relevan dengan website nya.  Hasilnya? Dalam beberapa hari, website nya telah berada di posisi 4 di Google  SERP.</p>
<p>Ada dua hal yang harus di ingat dari contoh ini. Yang pertama adalah pemilik  website <strong>meminta link balik</strong>. Link balik atau back link adalah link dari  website lain yang mengarah ke halaman Anda, sebagai balasan atas link yang Anda  berikan pada mereka. Link balik yang paling efektif adalah yang berasal dari  website yang relevan dengan website Anda, tapi seringkali Anda harus mencarinya  sendiri.</p>
<p>Selain itu, agar mendapat semua keutamaan yang ada pada link balik, Anda juga  perlu memastikan website Anda akan di link dengan cara yang Anda inginkan. Dari  pada mendapat link balik yang mengarah ke halaman utama dari website Anda, akan  lebih efektif jika memberikan kode anchor text yang Anda inginkan pada website  yang akan melink balik.</p>
<p>Hal kedua yang harus diperhatikan dari contoh di atas adalah, Anda harus  memastikan bahwa <strong>link balik tersebut harus menyertakan keyword yang menjadi  target</strong>, yaitu <a href="http://palembangbisnis.com/2010/06/25/memilih-keyword-yang-efektif/">keyword yang paling efektif</a> untuk website Anda. Keyword yang  paling sering di gunakan dalam pencarian dan sangat relevan dengan website Anda,  adalah keyword yang seharusnya Anda gunakan dalam anchor text.</p>
<p>Sebab, fungsi utama dari anchor text adalah untuk mengoptimalkan website agar  di rangking tinggi oleh search engine, sehingga dapat memberikan trafik bagi  website Anda. Tapi seberapa sering anchor text seharusnya di gunakan pada sebuah  halaman web? Itu adalah salah satu angka ajaib, tidak ada orang yang benar-benar  tahu secara pasti. Lain orang akan berkata lain.</p>
<p>Sebagian mengatakan tidak lebih dari 2 atau 3 kali, sedangkan yang lain  berpendapat jangan kurang dari 10 sampai 12 kali. Sebagai aturan dasar, gunakan  anchor text sebanyak yang Anda bisa. Jika Anda mempunyai link yang bisa di  sertakan, jangan melewatkannya hanya karena Anda telah menggunakan anchor text  beberapa kali di halaman. Tapi jangan sampai memenuhi content dengan anchor text  hanya karena ingin mempunyai link.</p>
<p>Untuk menentukan mana anchor text yang essensial dan mana tidak, itu  tergantung dari masing-masing orang. Akan tetapi, jika Anda menggunakan program  penganalisa yang bagus, yang bisa melacak link pada halaman web Anda, seharusnya  Anda bisa menentukan anchor text mana yang paling efektif dan bagaimana cara  menggunakannya pada halaman yang mempengaruhi aliran trafik.</p>
<p>Anchor text adalah cara yang bagus untuk meningkatkan rangking. Tapi seperti  yang sudah sering Anda dengar, halaman web seharusnya di buat dengan tujuan  utama adalah untuk user. Satu hal lagi yang harus di ingat mengenai anchor text  sebelum kita melanjutkan. Salah satu cara yang paling efektif untuk menggunakan  anchor text adalah menempatkannya di dalam content dinamis.</p>
<p>Content dinamis adalah content yang selalu berubah. Seringkali, itu berarti  blog. Anchor text sangat cocok untuk blog yang di update perhari atau perminggu.  Ini adalah content yang fresh (yang mana juga akan memberi nilai plus untuk  meningkatkan rangking di search engine) yang memberi Anda peluang untuk mengubah  anchor text secara teratur.</p>
<p>Crawler search engine juga bisa bosan. Jika Anda bisa memberikan mereka  content yang dinamis dan mengandung anchor text yang relevan, maka crawler akan  membantu Anda.</p>
<img src="http://palembangbisnis.com/?ak_action=api_record_view&id=820&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://palembangbisnis.com/2010/06/28/memanfaatkan-link-atau-anchor-text-untuk-seo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Meta Description Tag Itu Penting?</title>
		<link>http://palembangbisnis.com/2010/06/28/apakah-meta-description-tag-itu-penting/</link>
		<comments>http://palembangbisnis.com/2010/06/28/apakah-meta-description-tag-itu-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 03:45:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[Meta Description]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://palembangbisnis.com/?p=817</guid>
		<description><![CDATA[Meta description tag juga sangat penting bagi semua halaman yang ada di  website Anda. Sebab, text yang berada di bawah title di search engine akan  datang dari informasi yang di sertakan di dalam meta description tag ini.
Adapun manfaat yang di berikan oleh meta description tag ini masih menjadi  perdebatan. Banyak yang percaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Meta description tag juga sangat penting bagi semua halaman yang ada di  website Anda. Sebab, text yang berada di bawah title di search engine akan  datang dari informasi yang di sertakan di dalam meta description tag ini.</p>
<p>Adapun manfaat yang di berikan oleh meta description tag ini masih menjadi  perdebatan. Banyak yang percaya bahwa search engine tidak memberikan poin khusus  selain relevansinya. Yang berarti bahwa meta description tag ini harus  menyertakan informasi yang relevan dengan website Anda.</p>
<p>Yang menarik dari meta description tag ini adalah, masing-masing search  engine memanfaatkannya dengan cara yang berbeda. Contoh, Google hanya memberikan  sedikit perhatian pada tag ini, dan lebih memperhatikan text yang ada di halaman  web. Selain itu, Google tidak selalu menampilkan tag ini di SERP-nya. Yang akan  di tampilkan adalah content yang berada di sekitar <a href="http://palembangbisnis.com/2010/06/25/memilih-keyword-yang-efektif/">keyword</a>, ini di sebut  snippet.<span id="more-817"></span></p>
<p>Sementara Yahoo! sangat memperhatikan meta description tag ini, dan  menggunakan text tersebut di bawah link yang ada di SERP. Apa artinya ini bagi  Anda?</p>
<p>Yang pertama, ini berarti bahwa meta description tag ini bukanlah potongan  kode yang paling penting dari website Anda. Yang kedua, ini juga berarti bahwa  Anda tidak ingin melewatkan meta description tag, sebab beberapa search engine  akan benar-benar menggunakannya, dan text kecil ini dapat mengarahkan pengunjung  ke website saat mereka menemukannya di search engine.</p>
<p>Kesimpulannya, Anda harus tetap menyertakan meta description tag pada setiap  halaman yang ada di website dengan menggunakan petunjuk di bawah ini:</p>
<ul>
<li>Masing-masing search engine mengijinkan panjang description text yang  	berbeda. Tapi sebagai aturan dasar, pertahankan deskripsi Anda antara 25  	sampai 30 kata, atau sekitar 150 karakter. Itu cukup untuk membuat 2 atau 3  	kalimat deskriptif. Sebab, jika lebih dari itu sepertinya akan tetap di  	potong oleh search engine.</li>
</ul>
<ul>
<li>Buatlah meta description tag yang unik untuk setiap halaman. Meski jika  	text ini tidak berpengaruh pada rangking, tapi text ini mungkin akan tetap  	di tampilkan pada para pencari. Jadi akan lebih baik jika memilikinya,  	daripada jika search engine hanya menampilkan judul atau text yang sama  	sekali tidak relevan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Sertakan keyword yang paling utama atau yang paling efektif. Meski  	mungkin tidak berpengaruh pada rangking, tapi dengan menyertakannya dapat  	membuat para pencari bisa menentukan apa isi dari halaman tersebut. Artinya,  	text itu bisa membantu mereka memutuskan apakah akan mengklik atau tidak.</li>
</ul>
<ul>
<li>Meta description text seharusnya tidak sama dengan text yang di sertakan  	dalam title tag. Juga tidak sama dengan pargraph pertama atau teaser dari  	halaman yang bersangkutan. Meta description text haruslah unik dan powerful,  	sama seperti text yang digunakan dalam iklan.</li>
</ul>
<p>Seperti halnya title tag, meta description tag berada di dalam sebuah section  dari halaman web. Biasanya, web designer menyertakan meta description tag  setelah title tag dan sebelum meta keyword tag. Tapi ini tidak harus. Selama  meta description tag muncul di antara tag pembuka dan penutup dari head tag,  maka tag ini akan di baca oleh crawler sebagaimana mestinya.</p>
<p>Berikut ini contoh dari cara membuat meta description tag:</p>
<blockquote><p>&lt;META name=&#8221;description&#8221; content=&#8221;Isi description tag.&#8221;&gt;</p></blockquote>
<p>Sangat penting untuk di ingat bahwa tidak semua orang setuju mengenai manfaat  dari meta description tag. Akan tetapi, hanya butuh waktu sedikit untuk  menyertakan tag ini (atau semua tag yang di bahas melalui blog ini) di dalam  pengkodean website Anda. Karena itulah sebaiknya Anda menyertakan tag ini.</p>
<p>Seperti semua strategi SEO lainnya, tag ini bukanlah sesuatu yang pasti, dan  tidak bisa menjadi solusi yang bisa memastikan bahwa rangking website Anda akan  tinggi. Meski begitu, elemen-elemen ini mungkin dapat memberi pengaruh terhadap  rangking, jadi menyertakannya seharusnya menjadi hal yang otomatis.</p>
<img src="http://palembangbisnis.com/?ak_action=api_record_view&id=817&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://palembangbisnis.com/2010/06/28/apakah-meta-description-tag-itu-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Title Tag itu Penting dalam SEO?</title>
		<link>http://palembangbisnis.com/2010/06/28/mengapa-title-tag-itu-penting-dalam-seo/</link>
		<comments>http://palembangbisnis.com/2010/06/28/mengapa-title-tag-itu-penting-dalam-seo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 03:40:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[title tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://palembangbisnis.com/?p=811</guid>
		<description><![CDATA[Title tag mungkin adalah tag SEO yang paling penting bagi semua website. Jika Anda bisa menempatkan keyword di awal title tag, itu sangat membantu  efektifitas dari tag tersebut. Mengenai panjang ttile tag, jumlah karakter maksimum yang di perbolehkan oleh  masing-masing search engine akan bervariasi.
Sebagai contoh, Google membolehkan maksimal sebanyak 66 karakter, sementara Yahoo! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Title tag mungkin adalah tag SEO yang paling penting bagi semua website. Jika Anda bisa menempatkan keyword di awal title tag, itu sangat membantu  efektifitas dari tag tersebut. Mengenai panjang ttile tag, jumlah karakter maksimum yang di perbolehkan oleh  masing-masing search engine akan bervariasi.</p>
<p>Sebagai contoh, Google membolehkan maksimal sebanyak 66 karakter, sementara Yahoo! membolehkan hingga 120 karakter. Jika title tag melebih limit tersebut, maka akan di potong untuk menyesuaikan dengan maksimum karakter yang di perbolehkan.</p>
<p>Karena itulah, untuk mendapat semua keuntungan dari title tag, meski terdapat batasan jumlah karakter yang di perbolehkan, World Wide Web Consortium (W3C) merekomendasikan web designer untuk mempertahankan panjang maksimum sebanyak 64 karakter. Anda bisa melakukan itu, atau mengusahakan agar tilte tag tetap bisa bekerja maksimal, baik di Google maupun Yahoo! (dan semua search engine).<span id="more-811"></span></p>
<p>Caranya adalah dengan membuat judul atau title tag yang bisa di mengerti, meski cuma terdiri dari 66 karakter. Memang, butuh pemikiran yang matang untuk membuat title tag yang sempurna, tapi itu bisa di lakukan. Dan itu terserah Anda, apakah ingin menyediakan waktu atau tidak. Jika di buat dengan benar, judul atau title tag yang hanya terdiri dari 66 karakter sama efektif nya dengan judul yang lebih panjang.</p>
<p>Crawler dari search engine menggunakan tilte tag sebagai sumber utama untuk menentukan topik dari suatu halaman web. Crawler akan mengamati judul atau title, dan setiap kata yang ada di dalamnya akan di artikan sebagai topik halaman.</p>
<p>Itulah sebabnya mengapa menyertakan keyword di dalam judul atau title tag, dan menempatkannya se-awal mungkin, adalah hal yang sangat penting bagi SEO. Text yang ada di dalam title tag, juga akan menjadi text yang muncul di halaman hasil pencarian search engine (SERP), sebagai link yang akan di klik oleh user untuk mengakses halaman Anda.</p>
<p>Contoh, katakanlah website Anda menyediakan panduan menjalankan <a href="http://palembangbisnis.com/2010/06/01/cara-memilih-bisnis-online/">bisnis online</a>. Jika keyword utama website Anda adalah &#8220;bisnis online&#8221; dan &#8220;menambah penghasilan&#8221;, maka judul yang sangat relevan dengan topik website Anda mungkin adalah &#8220;Panduan Menjalankan Bisnis Online untuk Menambah Penghasilan.&#8221;</p>
<p>Karena title tag atau judul adalah elemen pertama yang akan di temui oleh crawler saat mendatangi website, maka judul tersebut akan dibacanya, lalu mengamati website Anda, juga semua keyword yang ada di dalamnya, baru kemudian menentukan seberapa relevan title atau judul tersebut dengan seluruh content yang ada.</p>
<p>Itu juga yang menyebabkan mengapa sangat vital untuk <a href="http://palembangbisnis.com/2010/06/28/menyisipkan-keyword-ke-dalam-alt-attribute/">menyisipkan keyword</a> utama di dalam judul atau title tag. Anda mungkin akan menggunakan 20 keyword pada halaman web, tapi dua atau tiga di antaranya adalah keyword utama yang Anda pilih. Dan keyword inilah yang seharusnya di gunakan dalam title tag.</p>
<p>Hal lain yang juga sangat penting untuk ingat adalah membuat judul atau title yang unik untuk masing-masing halaman. Buatlah judul yang sejelas mungkin, dan jangan lupa untuk menyisipkan keyword utama atau keyword yang paling efektif untuk halaman tersebut. Sebab, kata-kata ini akan muncul di reverse title bar atau tab title pada web browser, seperti pada contoh gambar di bawah:</p>
<div id="attachment_813" class="wp-caption aligncenter" style="width: 333px">
	<a href="http://palembangbisnis.com/wp-content/uploads/2010/06/SEO-292.jpg"><img class="size-full wp-image-813" title="reverse title bar dan tab title" src="http://palembangbisnis.com/wp-content/uploads/2010/06/SEO-292.jpg" alt="reverse title bar dan tab title" width="333" height="239" /></a>
	<p class="wp-caption-text">Text di dalam title tag akan muncul di reverse title bar dan tab title</p>
</div>
<p>Sekarang Anda sudah tahu mengapa harus menggunakan title tag. Pertanyaan  berikurnya yang harus di jawab adalah, seperti apa title tag itu sebenarnya, dan  di mana menggunakanya?</p>
<p>Cara terbaik untuk mempelajari di mana seharusnya Anda menempatkan title tag  adalah dengan cara melihat souce code dari website lain. Seperti yang terlihat  pada gambar di bawah, title tag berlokasi di dalam head tah, bersama dengan meta  description tag dan meta keyword tag.</p>
<div id="attachment_814" class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img class="size-full wp-image-814" src="http://palembangbisnis.com/wp-content/uploads/2010/06/SEO-293.jpg" alt="title tag berada di dalam head tag, bersama dengan meta description dan meta keyword tags" width="500" height="430" />
	<p class="wp-caption-text">Title tag berada di dalam head tag, bersama dengan meta description dan meta keyword tags</p>
</div>
<p>Gambar ini di ambil dari source code aktual.  Karena itu, cukup sulit untuk melihat title tag yang berada di antara bagian  awal dan akhir dari head tag, jadi berikut ini tampilan title tag yang lebih di  sederhakan:</p>
<blockquote><p>&lt;head&gt;<br />
&lt;title&gt;Bisnis Online&lt;/title&gt;<br />
&lt;meta name=&#8221;description&#8221; content=&#8221;Panduan Menjalankan Bisnis Online untuk  	Menambah Penghasilan&#8221; /&gt;<br />
&lt;meta name=&#8221;keywords&#8221; content=&#8221;Bisnis Online, Menambah Penghasilan&#8221; /&gt;<br />
&lt;/head&gt;</p></blockquote>
<p>Jika kode tersebut dipisahkan bari perbaris, berikut yang akan Anda dapat:</p>
<ul>
<li><strong>&lt;head&gt;</strong> ini adalah tag head pembuka.</li>
<li><strong>&lt;title&gt;Bisnis Online&lt;/title&gt;</strong> ini adalah title tag yang  	menyertakan tag pembuka dan penutup.</li>
<li><strong>&lt;meta name=&#8221;description&#8221; content=&#8221;Panduan Menjalankan Bisnis Online  	untuk Menambah Penghasilan&#8221; /&gt;</strong> Ini adalah tag meta description, tempat  	Anda meletakkan deskripsi singkat mengenai website Anda, termasuk keyword.</li>
<li><strong>&lt;meta name=&#8221;keywords&#8221; content=&#8221;Bisnis Online, Menambah Penghasilan&#8221;  	/&gt;</strong> Ini adalah tag tempat meletakkan semua keyword yang di gunakan untuk  	menjelaskan website Anda.</li>
<li><strong>&lt;/head&gt;</strong> Ini adalah head tag penutup yang mengindikasikan bahwa  	informasi yang ada di dalam header telah berakhir.</li>
</ul>
<p>Head tag dan title tag yang di tunjukkan di atas di anggap sebagai tag-tag  container yang bertindak sebagai penampung informasi tertentu. Head tag  berfungsi untuk menampung informasi header, dan title tag menampung informasi  title atau judul. Sangat penting bagi title tag untuk berada di dalam header.  Karena jika berada di luar header, maka website Anda tidak bisa di tampilkan  dengan benar.</p>
<p>Saat membua title tag, ingatlah bahwa title tag terbaik adalah yang singkat,  menarik, menyertakan keyword dan dapat membantu membangun brand atau merek.  Biasanya, text yang di sertakan pada title tag juga akan di tampilkan pada  rangking di search engine sebagai link. Dengan kata lain, title tag akan menjadi  kesan pertama yang akan menarik atau menjauhkan calon pengunjung.</p>
<img src="http://palembangbisnis.com/?ak_action=api_record_view&id=811&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://palembangbisnis.com/2010/06/28/mengapa-title-tag-itu-penting-dalam-seo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyisipkan Keyword ke dalam Alt Attribute</title>
		<link>http://palembangbisnis.com/2010/06/28/menyisipkan-keyword-ke-dalam-alt-attribute/</link>
		<comments>http://palembangbisnis.com/2010/06/28/menyisipkan-keyword-ke-dalam-alt-attribute/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 02:41:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[alt atrribut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://palembangbisnis.com/?p=807</guid>
		<description><![CDATA[Anda mungkin sudah pernah mendengar istilah alt tag ini sebelumnya. Karena istilah ini  memang sudah sering di singgung dalam blog ini. Tentu, mendengar dan  memahami itu adalah dua hal yang berbeda. Jadi, mari kita menggali sedikit lebih  dalam mengenai informasi yang mungkin Anda perlukan mengenai alt tag ini.
Hal pertama yang harus Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Anda mungkin sudah pernah mendengar istilah alt tag ini sebelumnya. Karena istilah ini  memang sudah sering di singgung dalam blog ini. Tentu, mendengar dan  memahami itu adalah dua hal yang berbeda. Jadi, mari kita menggali sedikit lebih  dalam mengenai informasi yang mungkin Anda perlukan mengenai alt tag ini.</p>
<p>Hal pertama yang harus Anda mengerti dari alt tag adalah bahwa, ini sebenarnya  sama sekali bukan tag. Nama yang benar untuk item ini adalah alt attribut.  Istilah attribut di gunakan karena item ini adalah berbagai attribut yang dapat  meningkatkan tag-tag yang Anda gunakan pada website.</p>
<p>Alt, yang di ambil dari singkatan alternatif, adalah sejenis attribut khusus  yang merujuk pada text alternatif yang mungkin Anda lihat pada graphic. Banyak  orang yang bukan web designer profesional terbolak-balik dalam menggunakan  istilah tag dan attribut. Itulah mengapa Anda sering melihat alt attributes  merujuk pada alt tags.<span id="more-807"></span></p>
<p>Alt attribute bukanlah <a href="http://palembangbisnis.com/2010/06/17/komponen-dari-website-yang-seo-friendly/">elemen utama SEO</a>. Bahkan, attribut ini sebenarnya  lebih di tujukan untuk layar pembaca. Attribut ini di gunakan untuk mengganti  image, table, atau elemen-elemen lain dari sebuah halaman web yang tidak bisa di  tampilkan dengan benar oleh layar pembaca.</p>
<p>Akan tetapi, jika di gunakan dengan benar, Anda dapat memanfaatkan alt  attribute untuk menambahkan keyword pada halaman web. Tapi ingat bahwa elemen  ini khusus di design untuk pengunjung, bukan search engine.</p>
<p>Untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin, alt attribute seharusnya dapat  menjelaskan secara singkat mengenai image atau elemen yang di gantikannya.  Mengenai seberapa singkat seharusnya, masih jadi perdebatan. Beberapa pakar  mengatakan hanya 5 sampai 10 kata. Sementara yang lain mengatakan sebanyak 125  karakter.</p>
<p>Idealnya, Anda harus mempertahankan alt attribute antara 50 sampai 125  karakter. Gunakan hanya kata-kata yang di perlukan untuk menjelaskan gambar apa  yang tidak bisa di lihat oleh pengunjung. Alt attribute bukan tempat untuk  bercerita, melainkan tempat untuk memberitahu pembaca apa yang ada di sana atau hubungannya dengan isi halaman.</p>
<p>Pilihlah kata-kata dengan bijak, dan buatlah agar dia powerful. Akan lebih baik  jika Anda menyertakan keyword dalam prosesnya. Jika tidak bisa, itu bukanlah  akhir dunia, dan mungkin tidak memberikan efek negatif terhadap rangking di  search engine. Contoh, sebuah alt tag yang menjelaskan gambar Mona Lisa mungkin  akan terlihat seperti ini :</p>
<blockquote><p>Alt=&#8221;Mona Lisa&#8221;</p></blockquote>
<p>Alt tag biasanya berada di bagian akhir dari image tag. Sebuah image tag  mungkin akan tampak seperti contoh di bawah ini:</p>
<blockquote><p>&lt;img width=&#8221;100&#8243; height=&#8221;100&#8243; src=&#8221;monalisa.jpg&#8221; alt=&#8221;Mona Lisa&#8221;&gt;</p></blockquote>
<p>Jika kode tersebut di terjemahkan maka:</p>
<blockquote><p>&lt;img width=&#8221;100&#8243;: Lebar image (dalam satuan pixels)<br />
Height=&#8221;100&#8243;: Tinggi image (dalam satuan pixels)<br />
Src=&#8221;monalisa.jpg&#8221;: File sumber image.<br />
Alt=&#8221;Mona Lisa&#8221;&gt;: Text alternatif yang akan di tampilkan jika image tidak  	muncul.</p></blockquote>
<p>Satu hal lagi yang harus di ingat, agar benar-benar efektif, tag ini  seharusnya di gunakan pada setiap image yang ada di website. Ini bisa jadi tugas  yang berat jika sejak awal website Anda tidak di kode dengan benar (tergantung  jumlah image.)</p>
<p>Akan tetapi, dengan menambahkan tag ini seharusnya bisa memberi  manfaat pada SEO selama Anda tidak melangkah terlalu jauh dari batasan yang tidak  jelas mengenai alt tag ini.</p>
<h3>Alt tags dalam link graphic</h3>
<p>Sampai sejauh ini, Anda telah mendengar bahwa text alternatif untuk graphic (atau  link graphic) seharusnya selalu di sertakan dalam halaman web. Tapi apakah Anda  tahu bahwa ada pengecualian untuk aturan tersebut?</p>
<p>Text alternatif dalam bentuk alt tag sangat bermanfaat dalam beberapa situasi,  misalnya saat pengunjung menggunakan browser yang text only, atau saat kemampuan  graphic pada browser pengunjung dinonaktifkan, atau saat mereka menggunakan text  to speech untuk membacakan halaman web. Itulah yang membuat alt tag menjadi  sangat penting.</p>
<p>Akan tetapi, jika website Anda banyak berisi pengulangan image, itu mungkin  akan menyebabkan tag yang sama di gunakan secara berulang-ulang. Selain itu,  saat Anda menggunakan graphic (misalnya picture dan clip art) sebagai link, maka  pengunjung akan merasa bosan karena terlalu sering melihat alt=&#8221;hyperlink&#8221;.</p>
<p>Biasanya, Anda bisa menggunakan  salah satu contoh dari deskripsi alt tag, dan kemudian menggunakan  sebuah alt tag kosong (alt=&#8221;") untuk setiap gambar yang di ulang. Kecuali  jika graphic yang di gunakan pada halaman dan di dalam link tersebut mengandung  informasi yang sangat penting bagi website Anda.</p>
<p>Jika Anda menggunakan tag-tag alternative untuk link berbentuk graphic, maka  Anda bisa membedakan masing-masing link dengan cara menggunakan alamat web yang  di link di dalam alt tag. Akan tetapi, jangan menggunakan alamat web yang  panjangnya 3 sampai 4 baris. Lebih baik gunakan alamat web dasar.</p>
<p>Gambar di bawah menunjukkan link graphic tanpa text, dan link grahic dengan  alt text.</p>
<div id="attachment_808" class="wp-caption aligncenter" style="width: 600px">
	<img class="size-full wp-image-808" title="Alt Attribut" src="http://palembangbisnis.com/wp-content/uploads/2010/06/SEO-291.jpg" alt="" width="600" height="273" />
	<p class="wp-caption-text">Contoh penggunan alt attribut</p>
</div>
<p>Jika sebuah image adalah text, misalnya logo perusahaan, maka salah satu cara  untuk mengatasinya adalah membuat text dengan style, yaitu menggunakan style  sheet untuk mengatur beberapa properties dari jenis font, ukuran, dan warna.</p>
<p>Sebagai contoh, jika menggunakan aturan CSS untuk atrtibut strong maka kode  untuk text Anda mungkin akan tampak seperti contoh di bawah ini:</p>
<blockquote><p>{ background: #ffc none; color: #060; font-weight: normal;<br />
font-family: &#8220;Comic Sans MS&#8221;, Western, fantasy; }</p></blockquote>
<p>Masalahnya, cara ini terkadang tidak berkerja sesuai keinginan. Logo  perusahaan yang di singgung sebelumnya mungkin bisa di terima dalam format text,  hanya jika sejak awal logo tersebut di design dengan cara itu.</p>
<p>Tapi jika logo tersebut mengandung unsur graphic di dalamnya, meski itu  adalah text, maka dengan mengubah tampilannya menjadi non-graphic style dapat  menyebabkan logo Anda menjadi tidak di kenali.</p>
<p>Masalah lain yang mungkin akan timbul saat membuat alt tag adalah bulleted  lists yang mengandung decorative (graphic) bullets. Salah satu cara untuk  mengatasinya adalah dengan menggunakan asterik atau dash untuk mengindikasikan  setiap point, misalnya seperti ini:</p>
<blockquote><p>alt=&#8221;*&#8221; atau alt=&#8221;-&#8221;</p></blockquote>
<p>Alternatif lain adalah menggunakan sebuah alt tag yang menjelaskan graphic  yang di gunakan untuk bullet poin, misalnya:</p>
<blockquote><p>Alt=&#8221;black musical note&#8221;</p></blockquote>
<p>Alt tags, entah di gunakan dalam link graphic atau untuk mengantikan graphic,  adalah salah satu cara agar orang yang tidak bisa melihat image tetap bisa  memahami website Anda.</p>
<p>Seringkali, graphic memegang peranan penting dari cara websie Anda di  tampilkan. Tapi jika Anda menggunakannya hanya untuk <a href="http://palembangbisnis.com/2010/06/23/berapa-keyword-density-yang-tepat/">mengulangi keyword</a>, tanpa  memberikan informasi yang bisa menjelaskan graphic tersebut, maka menghindarinya  adalah pilihan yang terbaik.</p>
<p>Selain alt attribute, beberapa tag dan attribut juga bisa di gunakan untuk  menyisipkan keyword ke dalam kode. Tulisan ini mencakup satu di antaranya. Tapi  sebenarnya masih ada banyak attribut lain. Misalnya bgcolor, yang sering di  gunakan pada halaman web untuk menentukan background halaman.</p>
<img src="http://palembangbisnis.com/?ak_action=api_record_view&id=807&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://palembangbisnis.com/2010/06/28/menyisipkan-keyword-ke-dalam-alt-attribute/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
